Penguatan Kapasitas Digital, Partisipasi Komunitas, dan Konservasi Lingkungan di Pantai Wale

Authors

  • Andi Syaiful Zainal Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • La Ode Wahiyuddin Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Arsalim Arsalim Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Abd. Rahman Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Wahyuddin Wahyuddin Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Laode Abd. Harlan Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Andi Awaluddin Ma’ruf Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Patta Hindi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Muh. Nato Alhaq Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Darwan Sari Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
  • Muh. Nasir Ilmu Pemerintahan, Universitas Halu Oleo, Indonesia

Keywords:

kapasitas digital, konservasi lingkungan, partisipasi komunitas, pemberdayaan masyarakat, wisata pesisir

Abstract

Pengembangan wisata pesisir berbasis masyarakat memerlukan penguatan kapasitas digital, partisipasi komunitas, dan kepedulian terhadap lingkungan secara terpadu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan Pantai Wale, Desa Ulusawah, Kabupaten Konawe Utara. Pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan participatory community empowerment melalui tiga intervensi, yaitu pelatihan pembuatan media promosi wisata menggunakan Canva, Gerakan Pantai Bersih dan Sadar Wisata, serta penanaman bibit pohon kelapa. Evaluasi menggunakan pendekatan output–outcome assessment melalui observasi, praktik, dokumentasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menghasilkan media promosi digital, masyarakat terlibat dalam aksi kolektif menjaga kebersihan kawasan, dan penanaman pohon menjadi inisiasi konservasi lingkungan pesisir. Program juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, masyarakat, mahasiswa, dan perguruan tinggi. Capaian program terutama berada pada tingkat output dan short-term outcome, sedangkan dampak jangka panjang masih memerlukan monitoring berkelanjutan. Keberlanjutan program diarahkan melalui penguatan local ownership dalam pengelolaan media promosi, kebersihan kawasan, dan pemeliharaan vegetasi pesisir.

Downloads

Published

2026-06-26

Issue

Section

Articles